BERANDA
Aplikasi MBOIS | Tematic tours and travel.
mBOIS tematic tours and travel.
Kami adalah biro/agen tour and travel bercorak tematik, anda dapat memilih pelatihan berbalut tours, outbond dan tours sekaligus, study excursi lanjut tours, atau tour keluarga. Kami menghandle penjemputan anda dibandara, hotel, kuliner dan semua keperluan anda di Malang Raya. Harga yang kompetitif, pelayanan yang sepenuh hati dan pemilihan tema dan wisata yang sangat indah menjadi alasan utama banyak instansi, keluarga dan sekolah memilih kami. | Baca Selengkapnya...

Kantor : Jl. Raya Candi 6B No 2 Kota Malang [65146]
Yulia Sukmawati: 081.803.821.803
Aurella Nasywa: 081.357.020.310
FOLLOW US
Matahari terbenam, tapi kenangan tak akan pernah pudar.
PAKET TEMATIK
PAKET VIP KELUARGA PAKET EKONOMI KELUARGA PAKET VIP INSTANSI PAKET EKONOMI INSTANSI PAKET VIP SEKOLAH PAKET EKONOMI SEKOLAH
TEAM KAMI
PROFESIONAL
Pelayanan Sepenuh Hati...

WISATA MALANG RAYA

SITUS PURBAKALA
Aplikasi mBOIS | tematic tours and travel.

Dilihat oleh : 187 viewers

.

CANDI SINGOSARI

SITUS 1 | 2024-06-27 - Candi Singosari atau Candi Singasari merupakan candi Hindu-Buddha peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singasari yang berlokasi di Kelurahan Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Indonesia, sekitar 10 km dari Kota Malang. Candi ini merupakan tempat pendharmaan bagi raja Singhasari terakhir, yaitu Kertanegara, yang meninggal pada tahun 1292 M. Candi ini berada di lembah di antara Pegunungan Tengger dan Gunung Arjuno pada ketinggian 512m di atas permukaan laut. Cara pembuatan Candi Singasari ini menggunakan sistem menumpuk batu andesit hingga ketinggian tertentu selanjutnya diteruskan dengan mengukir dari atas baru turun ke bawah. Wikipedia

CANDI SINGOSARI berlokasi di Desa Candi renggo, Kec. Singosari, Kab. Malang (sekitar 10 km di utara Kota Malang). Candi tersebut berada di lembah di antara Pegunungan Tengger dan Gunung Aljuna di ketinggian 512 m di atas permukaan laut. Kota Singasari diyakini sebagai ibukota Kerajaan Singasari (1222-1292).Ditemukan pada sekitar awal abad ke-18 (tahun 1800-1850), dengan pemberian nama atau sebutan Candi Menara oleh orang Belanda. Mungkin ini bentuknya yang menyerupai menara. Sempat juga diberi nama Candi Cella oleh seorang ahli purbakala bangsa Eropa dengan berpedoman adanya empat buah celah pada dindingdinidng dibagian tubuhnya. Menurut laporan W. Van Schmid yang mengunjungi candi ini pada tahun 1856, penduduk setempat menamakan Candi Cungkup. Akhimya nama yang hingga sekarang dipakai adalah Candi Singosari karena letaknya di Kota Kecamatan Singosari.


Namun adapula sebagian orang menyebutnya dengan Candi Renggo karena letaknya di Desa Candirenggo. Menurut laporan tertulis dari para pengunjung Candi Singosari dari tahun 1803 sampai 1939, dikatakan bahwa Candi Singosari merupakan kompleks pereandian yang luas. Didalam kompleks tersebut didapatkan tujuh buah bangunan candi yang sudah runtuh dan banyak area berserakan disana-sini. Salah satu dari tujuh eandi yang dapat diselematkan dari kemusnahan adalah candi yang sekarang disebut Candi Singasari. Adapun area arcanya banyak yang dibawa ke Belanda. Sedangkan area-area yang saat ini di halaman kompleks Candi Singosari sekarang ini, be~al dari candi-candi yang sudah musnah itu.


Dari Kitab Negarakertagama pupuh 37:7 dan 38:3 serta Prasasti Gajah Mada bertahun 1351 M di halaman kompleks candi diketahui, bahwa candi merupakan tempat “pendharmaan” bagi raja Singasari terakhir, Sang Kertanegara. Ia tewas pada tahun 1292 akibat istana diserang tentara Gelang-gelang yang dipimpin Jayakatwang. Kuat dugaan, candi ini tidak pemah selesai dibangun.Cara pembuatan Candi Singasari ini dengan sistem menumpuk batu andhesit (batu kali) hingga ketinggian tertentu. Selanjutnya diteruskan dengan mengukir dari atas baru turun ke bawah. (Bukan seperti membangun rumah seperti saat ini). CandiSingasari baru mendapat perhatian pemerintah kolonial Hindia Belanda pada awal abad ke-20 dalam keadaan berantakan. Restorasi dan pemugaran dimulai tahun 1934 dan bentuk yang sekarang dieapai pada tahun 1936.


Candi Besar
Kompleks pereandian menempati areal 200 mx 400 m dan terdiri dari beberapa candi. Di sisi barat laut komplek terdapat sepasang Area Dwarapala (raksasa besar) dengan tinggi hampir 4 meter dan posisi Gada menghadap ke bawah. Ini menunjukkan meskipun penjaganya raksasa tetapi masih ada rasa kasih sayang terhadap semua mahkluk dan ungkapan selamat datang bagi semuanya. Posisi area ini hanya ada di Candi Singasari, tidak ada di tempat ataupun kerajaan lainnya. Di dekatnyaArea Dwarapala terdapat alun-alun. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa eandi terletak di komplek pusat kerajaan. Letak candi Singhasari yang dekat dengan kedua area Dwarapala menjadi menarik ketika dikaitkan dengan ajaran Siwa yang mengatakan bahwa dewa Siwa bersemayam di puncak Kailasa dalam wujud lingga.

Batas Timur terdapat gerbang dengan Ganesha atau Ganapati sebagai penjaganya, gerbang Barat dijaga Kala dan Amungkala, gerbang Selatan dijaga oleh Resi Agastya, gerbang Utara dijaga oleh Batari Gori . Karena letak Candi Singasari yang sangat dekat dengan kedua arca tersebut yang terdapat pada jalan menuju ke Gunung Arjuna, penggunaan candi ini diperkirakan tidak terlepas dari keberadaan gunung Arjuna dan para pertapa yang bersemayam di puneak gunung ini pada waktu itu. Bangunan eandi utarna dibuat dari batu andes it, menghadap ke barat, berdiri pada alas bujursangkar berukuran 14 m x 14 m dan tinggi eandi 15 m. Candi ini kaya akan omamen ukiran, area, dan relief. Di dalam ruang Utarna terdapat lingga dan yoni.

Bentuk bangunan Candi Singosari sendiri bisa dibilang istimewa, karena candi itu seolah-olah mempunyai dua tingkatan. Seharusnya bilik-bilik candi berada pada bagian badan candi, pada Candi Singosari justru terdapat pada kaki candi. Bilik-bilik tersebut pada awalnya juga terdapat area didalamnya yakni disebelah utara berisi area Durgamahisasuramardhini, sebelah timur berisi arca Ganesha dan dibagian selatan terdapat arca Resi Guru yang biasa terkenal dengan sebutan Resi Agastya. Namun saat ini hanya tinggal arca Resi Agastya saja, sedangkan arca lainnya telah dibawa ke Leiden, Belanda.

Alasan mengapa area resi Agas dibawa serta ke Belanda adalah, dikarenakan kondisinya yang rusak cukup parah, hingga tidak layak dibawa sebagai hadiah kepada penguasa negeri Belanda pada saat itu.



WEB OFFICIAL
Aplikasi mBOIS | tematic tours and travel.

Kami adalah biro/agen tours and travel bercorak tematik, anda dapat memilih pelatihan berbalut tour, outbond dan tours sekaligus, study excursi lanjut tour, atau tours keluarga. Kami menghandle penjemputan anda dibandara, hotel, kuliner dan semua keperluan anda di Malang Raya.!

Harga yang kompetitif, pelayanan yang sepenuh hati dan pemilihan tema dan wisata yang sangat indah menjadi alasan utama banyak instansi, keluarga dan sekolah memilih kami.



IKUTI KAMI


© Copyright (2022) TELEMATIKA SAINS - All Rights Reserved
Learn about our company work!